Ringkasan Khotbah 

Tanggal 10 September 2017

Tema  :  " Hati "

Oleh   :  Pdt. Abdullah Husein - Manado

Ayat Pokok  : Amsal 4 : 23

                “Jagalah hatimu dengan segala kwaspadaaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Mengapa kita harus menjaga hati ? Karena dari hati ini terpancar kehidupan. Dari dalam hati ini sangat berbahaya, karena dalam hati ini sangat menentukan apa yang kita perbuat dan apa yang kita katakan.

Oleh sebab itu, kita harus menjaga hati supaya apa yang kita perbuat dan apa yang kita katakan berisi tentang Firman Allah.

karena apa yang keluar dari kehidupan kita, baik itu perbuatan maupun apa yang kita katakan, semuanya bermula dari hati kita.

Markus 7 : 20 - Kata-Nya lagi : " Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,"

Kalau kita tidak menjaga hati, yang keluar dari kehidupan kita dan yang keluar dari mulut bibir lidah kita serta pikiran kita adalah hal-hal yang jahat. Yang Tuhan mau dalam kehidupan kita dan yang keluar dari kehidupan kita adalah hal-hal yang membawa hidup. Tuhan mau supaya kita dapat menjadi saksiNya Tuhan dimanapun kita berada dan kita menjadi cerminan Kristus.

Mazmur 119 : 11 -"Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau."

Karena di dalam hatiku sudah ada Firman Tuhan, tidak ada lagi akar pahit. Sangat penting sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kita menyimpan Firman Allah dalam hati kita, maka kehidupan kita akan melakukan kebenaran Firman Allah. Saat Firman Allah tinggal dalam kehidupan kita, tentu kita harus menjaga dan melakukan Firman Allah dalam kehidupan kita. Tuhan mau supaya Firman Allah tinggal dalam kita supaya kita tidak berdosa kepada Tuhan.

Mazmur 90 : 12 -"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana"

Kita harus mengerti dan sadar bahwa hidup kita ini cukup singkat supaya kita dapat memperoleh hati yang bijaksana. Kesadaran itupun membuat manusia dapat mempunyai sikap yang tepat yang sesuai dengan kehendak Allah.

Mazmur 86 : 11 -"Tunjukkanlah kepadaku jalanMu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaranMu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan namaMu."

Di tengah-tengah kesulitannya, pemazmur dengan rendah hati memohon kepada Allah untuk mengajarkan jalan-jalan dan kebenaranNya, supaya ia dapat takut akan Allah dengan segenap hati, Manakala kita mengalami pencobaandan kesulitan, kita harus berseru kepada Allah memohon hikmat untuk berjalan pada jalanNya dan memohon hati yang sungguh-sungguh takut dan senang dengan kebenaranNya.

Amasal 17 : 22 -"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."

Oleh sebab itu, hati yang gembira adalh obat yang sangat manjur. Hati yang bersukacita di dalam Allah dan yang melayaniNya dengan gembira, dan kemudian merasakan penghiburan dari kesenangan-kesenangan lahiriah. Sungguh merupakan anugerah yang besar bahwa Allah mengijinkan kita untuk bergembira, terutama dalam hati kita. Ketika kita mempunyai hati yang bergembira, terutama dalam hati kita. Ketika kita mempunyai hati yang bergembira, kita akan melakukan Firman Allah dan disebut sebagai orang yang bijaksana. Dan selalu semangat dalam keadaan dan kondisi apapun, sehingga hati kita selalu bergembira karena ada Firman Allah

 dalam hati kita.

-AMIN -