"Sekarang aku tahu, bahwa Tuhan memberi kemenangan kepada orang yang diurapiNya dan menjawabnya dari sorgaNya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kananNya"

Kitab Bilangan mencatat persungutan bangsa Israel yang ketiga : Menghadapi lawan/musuh yang lebih besar dan kuat- Bilangan 13 : 31-33 ; 14 :1 - 2.

Hal ini menjadi peringatan supaya jkangan kita bersungut-sungut ketika Allah ijinkan kita harus menghadapi musuh / masalah yang lebih besar.

kita dapat belajar dari rahasia keberhasilan Daud mengalahkan Goliat sebagai musuh yang tidak seimbang karena Goliat adalah seorang raksasa dan menjadi pendekar orang FIlistin.

Rahasia Kemenangan Daud :

1. Tidak Tawar Hati - 1 Samuel 17 : 32

2. Pengalaman Hidup bersama Tuhan - 1 Samuel 17 : 37

3. Berharap kepada Tuhan / mengandalkan Tuhan - 1 Samuel 17 : 45

4. Bertindak dengan Iman - 1 Samuel 17 : 48

5. Hidup dalam pengurapan Roh Kudus

5. Hidup Dalam Pengurapan Roh Kudus.

Menjadi pengalaman dan pernyataan iman Raja daud bahwa Tuhan memberi kemenangan yang gilang-gemilang kepada orang yang diurapiNya.

Siapakah orang yang diurapiNya itu?  Adalah Daud sendiri.

Setelah Raja Saul berubah setia dengan tidak lagi taat melakukan perintah Tuhan, lalu Tuhan berfirman kepada Nabi Samuel untuk mengurapi Daud bin Isai ditengah-tengah saudara-saudaranya guna menjadi pengganti Raja Saul.

1 Samuel 16 : 10 - 13 ... Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterausnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud...

Semenjak Daud beroleh pengurapan, Roh Tuhan berdiam dan menyertai Daud dalam mengalahkan Goliat dengan kemenangan yang gilang-gemilang.

Berbeda dengan Raja Saul, setelah Allah menolaknya, maka Roh Allah meninggalkannya dan Saul selalu hidup tercekam oleh ketakutan.  bukankah sebelumnya Saul yang penuh dengan Roh Allah dikenal sebagai seorang yang gagah berani, tidak takut menghadapi banyak peperangan antara lain bangsa Moab, bangsa Amon, bangsa Edom, raja-raja negeri Zoba serta bangsa Filistin dan Saul selalu menang dalam kancah peperangan itu. - 1 Samuel 14 : 47.

Semenjak roh jahat menguasai hidup Saul, ia juga merasa ketakutan bila tahta kerajaan Israel itu jatuh ke tangan Daud, itu sebabnya Saul selalu berupaya untuk membunuh Daud - 1 Samuel 18 : 28 - 29 ; bahkan akhirnya Saul mati dengan jalan bunuh diri karena ia takut dipermainkan-mainkan oleh orang-orang Filistin. - 1 Tawarikh 10 : 3 - 4.

Suatu kematian yang tragis dipilih oleh Saul karena ia telah hidup jauh dari Tuhan serta Roh Allah sudah meninggalkannya.  itu sebabnya ketika Daud dalam dosa perzinahan dengan Betsyeba, Daud berdoa kepada Tuhan supaya jangan mengambil Roh Tuhan dari kehidupannya.

Daud menyadari bagaimana hidup tanpa Roh Allah, sebagimana yang dilihatnya dalam perjalanan hidup Saul sampai kepada kematiannya - Mazmur 51 : 1 - 2, 9 : 13.

Peristiwa ini mengingatkan kita, betapa pentingnya hidup ini senantiasa penuh dengan Roh Kudus dan diurapi serta dipimpin oleh Roh Kudus, karena hari-hari hidup kita selalu berada dalam kancah peperangan - Ayub 7 : 1; dengan melawan roh-roh jahat di udara- Efesus 6 : 12.

Hanya Roh Kudus yang memberi keberanian kepada kita untuk berperang dan pasti kita memperoleh kemenangan.

Menjadi pengakuan iman Bani Korah dalam Mazmurnya berkata bahwa Tuhanlah yang memberi kemenagnan menghadapi segala musuh kami dan orang-orang yang membenci kami, Allah pasti permalukan - Mazmur 44 : 8.

Janji Tuhan bagi orang yang diurapiNya pasti berjalan dari kemengan datang kepada kemenangan.

Yesaya 41 : 10 - "Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau, jangan bimbang, sebab Aku ini Allahmu, Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan."

6. Memuji Tuhan

Mazmur 34 : 2 - "AKu hendak memuji Tuhan pada segala waktu; puji-pujian kepadaNya tetap di dalam mulutku."

Ini berarti dalam segala situasi dan kondisi apapun Daud tetap selalu memuji Tuhan karena ia menyadari bahwa puji-pujian pengagungan dan nyanyian syukur bagi kemuliaan nama Tuhan merupakan SENJATA ROHANI untuk memenangkan suatu peperangan.

Mazmur 8 : 3 - TL - Dari dalam mulut budak-budak dan anak-anak yang menyusu telah KAU SEDIAKAN PUJI, karena sebab segala lawanMu dan sebab hendak membinasakan seteru dan orang yang menaruh dendam.

Raja Daud begitu yakin bahwa dari dalam mulut bayi-bayi dan anak-anak menyusu, sesungguhnya Tuhan telah meletakkan dasar kekuatan untuk menutup dan membungkam mulut musuh serta membinasakan seteru dan para pendendam.

Jelas iblis tisak suka dengan puji-pujian bagi Tuhan, sebab iblis tahu ada kuasa dalam puji-pujian umat Tuhan yang dapat mengikat dan menghancurkan kekuatan iblis.  terbukti ketika Raja Saul dirasuk oleh orh jahat, maka Daud dipanggil untuk memainkan kecapi dan memuji Tuhan, sehingga roh jahat itu keluar dari Saul.

1 Samuel 16 : 23 (BIS) - Sejak itu, setiap Saul didatangi roh jahat itu, Daud mengambil kecapinya dan memainkannya.  lalu Saul merasa tenang dan nyaman lagi, karena ditinggalkan oleh roh jahat itu.

contoh lain : Yosafat sebagai Raja Kerajaan Yehuda.

Yosafat ketika diperhadapkan dengan musuh yang jauh lebih besar dan lebih kuat yaitu Bangsa Moab, Bangsa Amon dan pasukan elite orang-orang Meunim - 2 Tawarikh 20 : 1

Langkah dan tindakan yang dilakukan oleh Yosafat - 2 Tawarikh 20 : 21 - Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk Tuhan dan memuji Tuhan dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar dimuka orang-orang bersenjata, sambil berkata "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi Tuhan, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya!"

Raja Yosafat mengangkat orang-orang untuk menyanyi dan memuji Tuhan, lalu berjalan di baris depan dari pasukan Yehuda.

Secara logika, ini aneh, karena yang dihadapi adalah musuh dengan kekuatan yang besar, tetapi senjata yang dipakai oleh Raja Yosafat hanyalah menaikkan pujian pengangungan serta nyanyian syukur bagi kemuliaan Tuhan.

Ketika mereka mulai menyanyikan puji-pujian, pengagungan serta nyanyian syukur bagi Allah, terjadilah mujizat kemenangan yang gilang-gemilang - 2 Tawarikh 20 : 22 - 24.

Jadi sementara pujian bagi Tuhan itu dinaikkan, Allah mengadakan kekacuan diantara bani Amon dan Moab serta pasukan Meunim, sehingga mereka satu dengan yang lain saling membunuh, akhirnya mereka terpukul kalah.

Kedasyatan kuasa puji-pujian bagi Tuhan dibuktikan dengan bangkai bangsa Amon, bangsa Moab dan orang Meunim berserakan di padang gurun itu.   Ini berarti  bangsa Yehuda bersama raja Yosafat telah berhasil memenangkan pertempuran hebat itu.

Selain kemenangan yang diperolah hanya oelah kuasa puji-pujian, Yosafat beserta dengan bangsa Yehuda beroleh berkat jarahan yang berlimpah-limpah hingga tiga hari lamanya mereka harus mengangkut barang-barang jarahan itu.

Terlihat jelas bagi kita bahwa kuasa puji-oujian memberi kemenangan besar serta berkat Tuhan yang melimpah-limpah melebihi dari akal pikiran manusia.Adakah kita mendambakan kemenangan dihari-hari yang semakin sukar dan sulit ini dalam menghadapi kancah peperangan dengan berbagai macam masalah, beban, persoalaan yang datang bertubi-tubi ?

Biarlah kita belajar seperti Raja Yosafat - berdirilah tegak dalam iman yang teguh serta menaikkan puji-pujian bagi kemuliaan Tuhan, maka kita pasti akan berhasil memenangkan setiap kancah peperangan hidup ini dengan menikmati kelimpahan berkat Tuhan.

Raja Daud berkeyakinan bahwa sesungguhnya Allah yang kudus ada bersemayam di atas puji-pujian umatNya - Mazmur 22: 4

Oleh sebab itu untuk meraih kemenangan dalam menghadapi peperangan, kita harus tetap berharap serta menambah puji-pujian kepada Tuhan.

Mazmur 71 : 14 - "Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu." Amin

Ringkasan Khotbah 

Tanggal 6 Agustus 2017

Tema  :  Hidup dalam pengurapan Roh Kudus & Memuji Tuhan"

Oleh   :  Pdt. Dr. Stefanus Hadi Prayitno, M. Th - Gembala Sidang.

Ayat Pokok  :  Mazmur 20 : 7