Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepa da kedua belas suku di perantauan.Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”


    Suratan Yakobus ini ditulis oleh saudara Tuhan Yesus. Yakobus ini bertobat setelah Yesus bangkit dari antara orang mati. Yakobus ini adalah orang yang jujur, saleh, tidak minum anggur dan tidak makan daging. Lututnya menjadi tebal karena ia banyak berlutut dalam doa. Yakobus akhirnya mati dibunuh (mati syahid).


    Yakobus dijuluki sebagai pilar gereja. Suratan Yakobus menitikberatkan pada perbuatan-perbuatan. Dan suratan ini ditunjukkan kepada ke dua belas suku di perantauan. Istilah ‘dua belas suku’ menunjuk kepada orang Yahudi, sedangkan istilah ‘di perantauan’ menunjukkan bahwa mereka hidup di luar Palestina. Ini cocok dengan panggilan Yakobus sebagai rasul untuk orang bersunat / orang Yahudi. Dari semua ini bisa disimpulkan bahwa Yakobus menunjukkan suratnya kepada orang-orang Kristen Yahudi yang tersebar di luar Israel / Palestina.


    Menjalani hidup sebagai orang kristen bukanlah berarti langkah kita menjadi mudah tanpa masalah, sebaliknya justru kita akan menghadapi banyak masalah, ujian dan pencobaan. Dalam Filipi 1 : 29 “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.”


    Namun ujian dan pencobaan yang kita alami itu semuanya mendatangkan kebaikan bagi hidup kita. Tuhan ingin melihat sejauh mana  kualitas iman dan ketekunan kita di hadapan-Nya. Kemungkinan yang akan terjadi apabila seseorang menghadapi ujian dan cobaan, ia akan menjadi kecewa dan meninggalkan Tuhan atau semakin tekun dan melekat kepada Tuhan sehingga imannya bertumbuh menjadi dewasa.

Oleh karena itu betapa pentingnya kita hidup dalam Firman Tuhan yang menjadi dasar dalam kita menjalani kehidupan ini. Hidup kita sebagai orang Kristen harus bisa mempunyai sesuatu yang berbeda dengan orang-orang lainnya, kita tidak boleh sama dengan dunia ini, karena kita adalah milik Kristus, dan hal ini dapat terjadi apabila ada Roh Kudus tinggal di dalam hidup kita. Tuhan memanggil kita dengan tujuan. Oleh karena itu kita harus tampil beda di tengah dunia ini.


    Setiap dari kita yang beribadah kepada Tuhan harus mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, kita harus merasakan dan mengalami bagaimana Tuhan ada di dalam kehidupan kita, merasakan kelahiran baru dan merasakan bagaimana kehidupan kita dipenuhi dengan Roh Kudus.


    Setiap orang yang beribadah kepada Tuhan akan mengalami ujian, maksud dari kita mengalami ujian adalah supaya kita dapat menjadi pribadi yang kokoh, memiiliki mental yang kuat. Ujian dalam hidup bisa datang dengan berbagai macam cara, bisa berupa uang, wanita, kesuksesan, kelimpahan, peristiwa-peristiwa buruk dalam hidup ini dan banyak hal lagi yang lainnya, yang dapat membawa kita semakin jauh dari Tuhan.


    Satu hal yang perlu kita ingat saat ujian datang adalah jangan pernah kita meninggalkan Tuhan Allah kita. Kalau kita bisa lolos dari setiap ujian yang datang dalam hidup kita, maka Tuhan pasti akan memberkati kehidupan kita.


    Yakobus 1 : 3 “sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” Orang yang tekun itu akan konsisten, sekali setia akan tetap setia. Sekali Yesus akan tetap Yesus selamanya.


    Dimanapun keberadaan hidup kita, ujian itu akan tetap datang, setiap manusia tidak dapat menghindarinya. Seorang penginjil terkenal Billy Graham berkata: “Kalau orang mau sukses harus rendah hati”.  Amsal 1: 7 “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” Orang yang rendah hati adalah orang yang mau untuk menerima hikmat dan didikan. Dan yang terutama adalah milikilah takut akan Tuhan dalam hidup ini, supaya kita berhasil dalam hidup ini.


    II Timotius 3 : 16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”


    Mari kita membenahi setiap kehidupan kita untuk terus setia dan bertekun di dalam Tuhan Yesus, apapun rintangan, tantangan, kesulitan yang kita hadapi, kita akan tetap bertekun dan tetap setia.


                 -AMIN-

Ringkasan Khotbah 

Tanggal 15 Oktober 2017

Tema  :  " Iman, Ujian dan Ketekunan "

Oleh   :  Pdt. Yunus Doeloe, S.PAK. MM - Surabaya

Ayat Pokok  : Yakobus 1 : 1-4