Ringkasan Khotbah 

Tanggal 22 Oktober 2017

Tema  :  " Yesus Adalah Mesias "

Oleh   :  Pdt. Dr. Rudolf Polimpung,M.Th - Surabaya

Ayat Pokok  : Ibrani 1 : 1-4

Ayat pokok :  Ibrani 1 : 1 - 4

Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.


Kitab Ibrani ini ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan oleh Allah, karena sebagian besar orang Yahudi menolak Yesus sebagai Mesias. Orang Yahudi hanya percaya dan menerima kitab dalam Perjanjian Lama saja.


Dalam Perjanjian Lama, Allah berfirman kepada manusia melalui nabi-nabiNya, contoh:
1. Allah berfirman kepada Yesaya melalui penglihatan
2. Allah berfirman kepada Yakub melalui mimpi
3. Allah berfirman kepada Abraham dan Musa secara pribadi.
sehingga saat Allah berbicara langsung melalui anakNya yaitu Yesus Kristus, orang Yahudi menolaknya bahkan orang Yahudi berusaha untuk membunuh Yesus saat Yesus menyatakan diriNya bahwa Ia adalah anak Allah karena mereka hanya percaya bahwa Allah berfirman melalui perantaraan nabi-nabinya.


Allah telah berbicara kepada orang Yahudi ( bangsa Israel) dengan  berbagai cara untuk menyakinkan bahwa Yesus adalah Mesias, tapi mereka tetap menolaknya, karena bangsa Yahudi mempunyai pemikiran bagi mereka, Mesias adalah seorang raja seperti yang pada umumnya mereka lihat, tinggal di istana, duduk diatas tahta, mempunyai pengawalan yang luar biasa, dan sanggup untuk mengalahkan raja-raja dibumi khususnya bangsa yang menjajah mereka saat itu, sehingga sampai saat ini bangsa Israel masih menantikan Mesias itu.


Sebagai anak Tuhan, kita harus percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang sanggup untuk menyelesaikan karya keselamatan dalam hidup kita. Yesus adalah pernyataan Allah tertinggi yang sanggup menyelesaikan segala permasalahan kita. Tidak ada seorangpun yang tahu bagaimana keadaan hidup kita kecuali Yesus. Jadi yang menjadi permasalahannya sekarang adalah apakah kita percaya bahwa Yesus adalah Mesias atau tidak.
Ibrani 1 : 1 - 2 - Dijaman ahkir ini, Allah berbicara kepada kita melalui perantara AnakNya. Ada masalah apa, sampai-sampai Yesus harus turun ke dalam dunia ini?


II Timotius 3 : 1 - 5 -  Karena pada jaman yang ahkir ini akan datang masa-masa yang sukar dimana manusia hanya mementingkan kepentingannya sendiri, manusia akan lebih mencintai dunia daripada mencintai Tuhan, manusia menolak ajaran-ajaran yang benar tentang Yesus dan lebih condong kepada ajaran-ajaran yang menyesatkan yang disebarkan oleh nabi-nabi palsu ( Matius 7 : 15 - 23 ). Pada jaman ahkir ini, banyak orang berseru dengan memanggil nama Tuhan tapi belum tentu orang tersebut akan diselamatkan karena mereka hanya menjadikan agama sebagai suatu komunitas untuk mendapatkan keuntungan secara financial.


Ibrani 1 : 3 - Yesus adalah gambaran Allah dan kemuliaan Allah, sehingga yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita sebagai anak-anakNya kita harus memancarkan karakter Yesus dalam hidup kita sehingga kehidupan kita bisa menjadi berkat bagi orang disekeliling kita.


Tujuan Yesus datang kedunia ini adalah untuk mengingatkan kita kembali tentang penciptaan manusia yang pertama dimana Tuhan menciptakan manusia serupa dan segambar dengan Allah.Tuhan ingin agar kita mempunyai pikiran dan tindakan seperti Yesus.


Pikiran dan perasaan Yesus yaitu merendahkan diri dan mengambil rupa seorang hamba, menjadi sama seperti manusia, dan taat kepada perintah Bapa bahwa sampai rela mati diatas kayu salib ( Filipi 2 : 5 - 8 ).
Allah berbicara kepada manusia secara langsung kepada manusia melalui AnakNya dengan tujuan supata hidup kita menjadi serupa dan segambar dengan Yesus sehingga kehidupan kita bisa menjadi berkat dimanapun kita berada.
Yesus adalah Mesias yang dijanjikan oleh Allah yang sanggup menolong kita dan menyelamatkan hidup kita. Itulah yang harus kita percayai.

 


- AMIN -