Ringkasan Khotbah 

Tanggal 13 Agustus 2017

Tema  :  " Cinta Rumah Allah "

Oleh   :  Pdt. Charles Simamora S.Th.,MA.

Ayat Pokok  :  Ulangan 12 : 5-7 

“Tetapi tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu , dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya  di sana, tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi. Ke sanalah harus kamu bawa korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu, korban nazarmu dan korban sukarelamu, anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu. Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN, Allahmu.”


Pesan Tuhan kepada bangsa Israel sebagai umat Tuhan. Tuhan telah menetapkan dan memilih tempat untuk umatNya dapat beribadah. Tuhan menentukan supaya pusat dari kehidupan kita yaitu Rumah Tuhan atau yang disebut Rumah Allah. Kita sebagai umat Tuhan membutuhkan satu pusat dalam kehidupan kita. Tuhan menentukan tempat dimana kita harus berkumpul atau beribadah. Rumah kediaman kita pun ditentukan oleh Tuhan dimana kita harus berada. Tuhan menentukan tempat Rumah Allah kepada Yakub untuk dibangun. Kejadian : 28: 17-22
Fungsi Rumah Allah, sebagai :


  1. Rumah Perhentian (1 Tawarikh 28: 2)
Tuhan persiapkan Rumah Allah itu supaya nanti ada tabut Perjanjian yang akan ditempatkan di Rumah Allah tersebut dan ada hadirat Allah. Daud menyampaikan dengan pesan yaitu untuk mendirikan Rumah Allah sebagai Rumah perhentian. Tuhan menentukan bagi Bangsa Israel supaya ada hari perhentian. Bahkan ditentukan hari ketujuh adalah hari perhentian. Ketika kita sudah lelah dengan aktivitas keseharian kita, Rumah Allah lah yang menjadi tempat perhentian kita sebagai pemuas roh supaya roh kita disegarkan. Karena roh kita perlu untuk disegarkan.


  2. Rumah Persembahan (2 Tawarikh 7: 12)
    Rumah Allah adalah sebagai Rumah Persembahan. Bangsa Israel mempersembahkan hasil ternak; hasil ladang tanah. Jangan pernah bosan untuk mempersembahkan sesuatu untuk Rumah Allah. Ketika kita tidak dapat mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan, kita hanya dapat berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan mengadakan apa yang kita perlukan. Ketika kita memberi, percayalah kita juga akan diberi berlipat kali ganda. Kita menabur, kita juga akan pasti menuai.


  3. Rumah Perbendaharaan (Maleakhi 3: 8-10)
    Ada persembahan khusus dan ada persembahan milik Tuhan. Dan kita bawa itu ke dalam Rumah Allah yaitu yang sebagai Rumah Perbendaharaan. Kita harus percaya kepada Tuhan, dan kita juga harus percaya kepada Gembala-Gembala yang Tuhan percayakan. Kita harus mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan yaitu persepuluhan. Jangan pernah kita berbohong kepada Tuhan, karena Tuhan mengerti setiap apapun yang ada di dalam kehidupan kita. Jadikanlah Rumah Allah menjadi Rumah Perbendaharaan bagi kita.


  4. Rumah Doa (Matius 21: 13)
    Rumah Allah adalah sebagai Rumah Ibadah atau Rumah Doa. Jadikanlah Rumah Allah sebagai tempat untuk beribadah dan tempat untuk kita dapat berdoa. Tidak cukup bagi umat Tuhan untuk datang beribadah hanya sekali dalam seminggu yaitu pada hari Minggu, tetapi diperlukan kita datang dalam jam-jam doa yang sudah dijadwalkan.


  5. Rumah Rohani (1 Petrus 2: 5)
    Perhatikan bahwa di dalam bagian ini Petrus menonjolkan Tuhan di dalam bangunan kudus yang adalah Gereja atau Rumah Allah. Kita yang sebagai umat Allah adalah seperti batu-batu hidup yang harus mau dipakai untuk membangun Rumah Allah sebagai Rumah Rohani. Rumah Allah adalah sebagai Rumah Rohani. Mari kita jadikan Rumah Allah sebagai Rumah Rohani bagi kehidupan kita. Sering kali kita berkata bahwa daging atau tubuh ini lemah, tetapi roh itu penurut. Marilah kita berdoa dengan Roh.

Kita harus mencintai Rumah Allah, harus dapat menghargai dan menggunakan dengan baik sebagaimana fungsinya.

 


- AMIN-