Ringkasan Khotbah 

Tanggal 3 September 2017

Tema  :  " Dosa Persungutan Terhadap Para Pemimpin "

Oleh   :  Pdt. Dr. Stefanus Hadi Prayitno, M. Th - Gembala Sidang.

Ayat Pokok  : Roma 13 : 1-3

                “Tiap-tiap kita harus takluk kepada pemerintahan yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dri Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah ? perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.”

Jelas bahwa pemerintah yang ada di bumi ini telah ditetapkan sebagai hamba Allah, jadi kita harus menghormati pemerintah. Bila kita tahu menghormati pemerintah adalah sama dengan menghormati Tuhan, sebaliknya jika kita tidak menghormati pemerintah itu sama dengan kita tidak menghormati Tuhan.

                Mengapa bangsa Indonesia begitu lama mengalami pemulihannya ? Karena masih banyak rakyatnya yang tidak menghormati pemerintah seperti maraknya ujar kebencian / Saracen, memfitnah, meremehkan, mencaci maki, mengolok-olok, bahkan celakanya ada juga orang Kristen yang ikut-ikutan bersikap melawan pemerintah, sementara Firman Tuhan menyatakan “… Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.” – 1 Samuel 2 : 30B

                Dalam seri khotbah tahun ini, kita sudah mendengar Firman Tuhan tentang Dosa bersungut-sungut. Dosa bersungut-sungut membuat sebagian besar bangsa Israel gagal untuk memasuki Negeri Perjanjian yaitu Tanah Kanaan, karena mereka dibinasakan oleh Malaikat Maut. Kitab  Bilangan mencatat ada 5 dosa persungutan yang dilakukan Bangsa Israel :

  1. Bangsa Israel bersungut-sungut tentang nasib buruk / kesukaran-kesukaran (BIS)

  2. Bersungut-sungut mengenai makanan dan minuman.

  3. Bersungut-sungut menhadapi lawan atau musuh yang lebih besar dan lebih kuat yaitu bangsa raksasa.

  4. Bersungut-sungut terhadap pemimpin mereka – Bilangan 16 : 1-11.

Contoh : Pemberontakan Korah , Datan dan Abraim dengan 250 pemimpin umat Israel melawan kepemimpinan Musa dan Harun, tetapi Allah membela Musa dan Harun sehingga bumi mengangakan mulitnya dengan menelan mereka hidup-hidup dalam dunia orang mati - Bilangan 16 : 25-33

                Peristiwa pmberontakan Korah, Datan dan Abraim ini menjadi peringatan bagi kita semua supaya jangan ada seorangpun diantara kita suka bersungut-sungut terhadap seorang pemimpin, apalagi kepada Hamba Tuhan yang telah diurapi dan ditetapkan oleh Roh Kudus untuk menjadi gembala jemaat, apapun kelemahan dan kekurangan gembala, kita harus mendoakannya.

                Raja Daud dalam mazmurnya menuliskan : “ Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada nabi-nabi-Ku! ” – Mazmur 105 : 15. Mazmur ini ditulis oleh Daud berdasarkan pengalamannya, ketika Daud dierlakukan dengan tidak adil oleh Raja Saul, tetapi Daud tidak mau membalas / mengusik akan hidup Saul, meskipun ada 2 kali kesempatan bagi Daud untuk membalaskan kejahatan Saul terhadap dirinya, karena Daud memiliki keyakinan bahwa pembalasan itu datangnya dari Allah - 1 Samuel 26 : 8-11A

                Rasul Paulus menasehatkan kepada sidang jemaat di Roma secara khusus dan pada umumnya bagi kita sebagai umat ketebusan Tuhan : “ Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu senduru menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis : Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.” -Roma 12 : 19. Pembalasan manusia sangatlah terbatas, tetapi bila Allah yang membalas, sempurna adanya.

                Oleh sebab itu marilah kita menyerahkan beban masalah hidup ini hanya kepada Tuhan dengan menghormati pemerintah sebagai pemimpin bangsa, pemimpin geraja serta pemimpin jemaat, supaya kita tidak terperangkap dalam dosa persungutan kepada Tuhan.

 

                1 Petrus 2 : 13-15 “ Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati oeang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. “

-AMIN -